Banyak sekali orang di dunia menganggap bahwa TB (Tubercolosis), adalah penyakit yang mematikan. Hal ini dibuktikan dengan penelitian WHO yang menyatakan bahwa kasus TB tahun 2006 ada 14,4 juta kasus dan multidrug resistant Tb (MDR Tb) ada 0,5 juta kasus dengan Tb kasus baru MDR 23.353 kasus. Jumlah total kasus Tb baru MDR yang diobati tahun 2007 dan 2008 sekitar 50.000 kasus. Prevalens Tb di Indonesia tahun 2006 adalah 253/100.000 penduduk angka kematian 38/100.000 penduduk. Tb kasus baru didapatkan MDR Tb 2% dan Tb kasus yang telah diobati didapatkan MDR Tb 19%.
Kenyataan bahwa Penyakit TB yang merupakan penyakit yang sulit disembuhkan kini menjadi lebih sulit karena akhir-akhir ini terdapat masalah besar yaitu Timbulnya resistensi obat dalam terapi Tb khususnya MDR Tb . Pengobatan pasien MDR Tb lebih sulit, mahal, banyak efek samping dan angka kesembuhannya relatif rendah.

Terdapat 5 sumber utama resisten obat Tb menurut kontribusi Spigots, yaitu :
1. Pengobatan tidak lengkap dan adekuat menyebabkan mutasi M. Tb resistensi
Berikut ini akan saya berikan cara-cara untuk mencegah terjadinya MDR TB :
Kenyataan bahwa Penyakit TB yang merupakan penyakit yang sulit disembuhkan kini menjadi lebih sulit karena akhir-akhir ini terdapat masalah besar yaitu Timbulnya resistensi obat dalam terapi Tb khususnya MDR Tb . Pengobatan pasien MDR Tb lebih sulit, mahal, banyak efek samping dan angka kesembuhannya relatif rendah.

Terdapat 5 sumber utama resisten obat Tb menurut kontribusi Spigots, yaitu :
1. Pengobatan tidak lengkap dan adekuat menyebabkan mutasi M. Tb resistensi
2. Lamanya pasien menderita infeksi disebabkan oleh keterlambatan diagnosis MDR Tb dan hilangnya efektiviti terapi sehingga terjadi penularan galur resisten obat terhadap kontak yang masih sensitif.
3. Pasien resisten obat Tb dengan kemoterapi jangka pendek memiliki angka kesembuhan kecil dan hilangnya efek terapi epidemiologi penularan.
4. Pasien resisten obat Tb dengan kemoterapi jangka pendek akan mendapatkan resistensi lanjut disebabkan ketidak hati—hatian pemberian monoterapi (efek penguat).
5. Koinfeksi HIV dapat memperpendek periode infeksi menjadi penyakit Tb dan penyebab pendeknya masa infeksi.
Berikut ini akan saya berikan cara-cara untuk mencegah terjadinya MDR TB :
1. Harus hidup bersih dan sehat, hal ini adalah langkah awal untuk mencegah penyakit itu menyerang. Cara hidup bersih dan sehat misalnya : Olahraga teratur, pola makan teratur, serta istirahat cukup.
2. Penderita TB harus patuh mengikuti petunjuk petugas kesehatan: Minum obat teratur dan jangan berhenti sebelum waktunya.
3. Hindari kontak dekat dalam jangka waktu lama dengan penderita MDR TB, baik di keramaian maupun di tempat tertutup.
4. Petugas kesehatan juga memiliki peran penting dalam mencegah penyakit ini, petugas harus bisa memastikan bahwa pasien penderita MDR TB sudah minum obat secara teratur . Petugas juga diharapkan agar menggunakan masker agar tidak tertular .
Sumber :
http://www.ppti.info/2010/07/mekanisme-dan-diagnosis-multidrug.html
http://aidstuberculosismalaria.blogspot.com/2013/09/tuberkulosis-resisten-kebal-obat-apakah.html
2. Penderita TB harus patuh mengikuti petunjuk petugas kesehatan: Minum obat teratur dan jangan berhenti sebelum waktunya.
3. Hindari kontak dekat dalam jangka waktu lama dengan penderita MDR TB, baik di keramaian maupun di tempat tertutup.
4. Petugas kesehatan juga memiliki peran penting dalam mencegah penyakit ini, petugas harus bisa memastikan bahwa pasien penderita MDR TB sudah minum obat secara teratur . Petugas juga diharapkan agar menggunakan masker agar tidak tertular .
Sumber :
http://www.ppti.info/2010/07/mekanisme-dan-diagnosis-multidrug.html
http://aidstuberculosismalaria.blogspot.com/2013/09/tuberkulosis-resisten-kebal-obat-apakah.html










